Jikakita sudah mengetahui cara pemakaian dan fungsi dari mesin tersebut barulah kita dapat mengenal jika ada sesuatu ada yg tidak normal/abnormal terhadap suatu mesin (Mesin Las) Cek Trafo HF pada Rectifier PC Assy. Coba di cek dulu tegangan outputnya bagus atau tidak. Kawat nya make yang berapa? Balas Hapus. Balasan. Balas. Unknown 30
Home > Transformator > Kaidah Mengukur Transformator Masih Bagus atau Tidak Trafo Rusak Kaidah Mengukur Transformator Masih Bagus atau Tidak Trafo Rusak Transformator atau trafo, tentu deh pernah Kamu lihat sambil Anda membuka dalaman TV, Tape Deck, atau Compo. Lantas bagaimana cara cek trafo switching atau transformator baru yang belum pernah diukur. Transformator adalah satu organ yang digunakan untuk memungkirkan tegangan listrik bolak pesong AC menjadi lebih raksasa atu kian kecil dari semula. Nah, Transformator/trafo ini mengikuti prinsip kerja induksi elektromagnetik. Di kedua ujungnya terdapat dua jenis lilitan, yaitu lilitan primer dan lilitan sekunder. Untuk memaklumi kerusakan pada trafo, maka Cara mengecek trafo CT kemungkus atau tak adalah dengan mengukurnya suatu persatu padang tiap kaki dengan menggunakan multimeter yang diposisikan puas opsi ohm. Terletak cara mencerna voltase trafo dengan langkah tepat Cara cek trafo tidak ada tulisannya, karena hal ini signifikan ketika kita hendak menunggangi transformator tersebut pada sebuah rangkaian khususnya power supply, diharapkan akan mendapatkan kepastian bahwa komponen tersebut bermoral-etis masih bagus sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pengukuran transformator ini sebenarnya terlampau sederhana yakni dengan memanfaatkan fungsi ohm sreg multimeter, yang nantinya akan digunakan untuk mencerna apakah gelung kawat trafo tersebut masih mengikat atau sudah putus. Biaya siluman memaklumi transformator apakah masih bagus Walaupun transformator bentuknya bukan seberapa dan begitu juga lain terjadi pemutusan sangkut-paut, tetapi harus diuji terlebih dahulu sebelum dipasang maupun disolder. Situasi ini disebabkan memiliki gelendong/lilitan sekunder dan primer. Puas kumparan sekunder berjarak dengan tiga suku. Bakal mengetahui teriris tidaknya gulungan sebuah transformator boleh Kamu cak bagi Pertama avometer disiapkan kemudian memutar saklar pada posisi Ohm meter. Selanjutnya memutar penyetel buat memperoleh jarum pada angka zero. Barulah pencolok hitam dihubungkan dengan kaki lainnya pinggir kiri. Bila jarum penunjuk bergerak, berarti lilitannya baik. Kemudian pencolok bangkang Kamu pindahkan pada suku lainnya yang bakir di pinggir. Jikalau bergerak penusuk penunjuknya berarti baik. Lalu pencolok hitam dipindahkan lega salah suatu tungkai yang berada di pinggir. Apabila bergerak jarumnya berfaedah rol/gulungan sekunder dalam keadaan baik. Selanjutnya memeriksa/menguji gulungan primer yang hanya berkaki dua. Caranya seperti pengujian terhadap lilitan-lilitan sekunder. Jikalau pencucuk penunjuk mengalir-gerak berarti gulungan primer intern hal baik. Kerjakan para hobbyist pemula, cara menguji komponen yakni keadaan yang mendasar lho yang terbiasa dikuasai, termasuk transformator ini. Ciri-Ciri Trafo Rusak Apabila memperalat ferit andai intinya, maka ciri ciri trafo ferit kemungkus dapat diketahui melintasi batang ferit yang bersumber, atau abtar nan dapatt goyang atau mengeluarkan bunyi apabila diguncang. Apabila lilitan cengkut, maka itulah ciri ciri spul trafo kemungkus, ditandai dengan adanya bau menyengat dan hangus. Dapat pula diketahui seandainya diukur dengan multimeter dimana lilitan primer akan tersayat maupun sewaktu-waktu tidak nyambung, sebaliknya jika lilitan primer poin hambatannya berlebih kecil ini juga menyimbolkan transformator short alias korsleting. Tambahan Ada suatu pun kelainan yang sering muncul pada tranformator khususnya yang sudah digunakan cukup lama. Merupakan trafo rusak karena kili-kili terbakar hangus. Ini juga perlu dicari tahu bagaimana menentukan apakah lilitan pada trafo tersebut masih bagus atau sudah lalu tutung. Karena jika lilitan benang tembaga email pada trafo hangus maka akan menyebabkan hubungan singkat atau konsleting yang nantinya menyebabkan voltase drop atau malah listrik padam saat trafo dialiri tegangan AC. Cara mengetahui trafo masih bagus atau sudah busuk terbakar yaitu dengan melihat secara langsung dari rang fisiknya. Perhatikan baik-baik semua arah plong gelendong sekunder dan primer, biasanya akan nampak terbakar atau sediikit meleleh pada saduran plastiknya. Juga akan tercium bau terbakar dan menyengat momen trafo kondisi digunakan karena lilitannya terbakar akibat konslet.
Terdapat2 cara menguji dan mengukur trafo menggunakan multitester yaitu: Pengukuran Tanpa Listrik; Test lah setiap output yang disediakan dengan menggunakan cara yang sama hingga semua menunjukan kondisi baik. Jika tidak bergerak, berarti trafo tersebut bermasalah. Tentang jenis arus yang mengalir dalam sebuah trafo, masih sering kita
cara mengecek kondisi trafo. trafo merupakan komponen vital bagi peralatan elektronika pasalnya trafo berfungsi sebagai sumber daya bagi peralatan elektronika. Jika terjadi kerusakan pada sebuah trafo maka seluruh rangkaian tidak akan berfungsi Nah admin akan membagikan cara mengecek kondisi trafo secara mudahuntuk cara mengecek kondisi trafo sobat bisa menggunakan multimeter atau multi tester. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengecek trafo namun admin hanya membahas dengan multimeter sajasebelumnya perlu sobat ketahui pada trafo terdapat 2 gulungan yaitu primer dan sekunder. antara gulungan primer dan sekunder saling terisolasi atau tidak berhubunganantara gulungan primer, sekunder, dan inti besi juga saling terisolasicara mengecek trafo menggunakan multimeteruntuk cara mengecek trafo menggunakan multimeter maka sobat harus mengarahkan selektor multimeter ke angka X10untuk mengecek hubungan gulungan primer dan sekunder maka sobat tempelkan multimeter pada terminal sekunder dan primer jika jarum bergerak maka artinya gulungan primer dan sekunder terdapat hubungan yang mengakibatkan trafo nyetrum jika disentuhSelain itu sobat juga harus mengecek hubungan lilitan primer trafo dan lilitan sekunder trafo dengan inti besi. Jika terdapat hubungan jarum multimeter bergerak maka dipastikan trafo dalam kondisi rusakjika trafo yang di cek merupakan trafo jenis step down atau penurunan tegangan maka hambatan pada lilitan primer harus lebih besar dari pada lilitan sekunderJika trafo yang di cek merupakan trafo jenis step up atau penaik tegangan maka hambatan lilitan sekunder harus lebih besar dari pada lilitan primerbaca jugamembuat trafo step up sederhana dari trafo step downselain itu pastikan pula bahwa setiap pin pada lilitan primer saling tersambung yang ditandai dengan jarum multimeter bergerakContoh saat mengecek terminal primer 0V, 110V, 220V, dan 240V harus multimeter harus bergerak dan menampilkan nilai hambatan tertentuJika saat pengetesan jarum multimeter tidak bergerak maka trafo dalam kondisi putusDemikian pula pada lilitan sekunder jarum multimeter harus bergerak dan menampilkan nilai hambatan tertentu. Jika tidak bergerak artinya trafo dalam kondisi rusakDemikian artikel tentang cara mengecek trafo silahkan sobat baca juga artikel lainnya tentang membuat logic probe menggunakan ledNavigasi posTransformatoratau trafo, pasti deh pernah Anda lihat sewaktu Anda membuka dalaman TV, Tape Deck, atau Compo. Lantas bagaimana cara cek trafo switching atau transformator baru yang belum pernah diukur. Transformator adalah suatu alat yang digunakan untuk mengubah tegangan listrik bolak balik (AC) menjadi lebih besar atu lebih kecil dari semula.Transformator adalah komponen elektronika yang bekerja pada tegangan kerja yang tinggi sehingga seringkali mengalami kerusakan. Kerusakan pada transformator akan menyebabkan rangkaian atau peralatan elektronika tidak akan bekerja sama sekali. Kenapa demikian? Karena kalau komponen ini rusak maka komponen yang lainnya tidak akan mendapatkan arus atau tegangan listrik. Untuk mengetahui kerusakan pada transformator dapat kita lakukan dengan cara pengukuran menggunakan multimeter. Adapun cara pengukurannya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan diberi tegangan listrik dan tanpa diberikan tegangan listrik. Kita dapat melakukan salah satu dari dua cara di atas untuk memastikan apakah tranformator mengalami kerusakan atau tidak. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing cara di atas. Cara mengukur trafo yang diberi tegangan listrik Hubungkan trafo ke sumber listrik pastikan semua sambungan aman dan tersambung dengan baik. Atur posisi switch multimeter pada posisi volt AC, karena tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan AC. Untuk menjaga keamanan alat ukur set posisi switch pada tegangan yang lebih tinggi dari tegangan perkiraan dan tegangan PLN. Untuk mengukur bagian primer atur posisi volt Ac pada 500 atau 250. Cara pengukuran dapat dilakukan dari output dan dapat juga dari input. Pada contoh ini kita akan memulai pengecekan dari input. Awalilah dengan mengukur tegangan di kontak listrik. Setelah yakin kontak listrik ada tegangan, lakukan pengecekan pada bagian primer trafo. Karena tegangan ac, maka tidak apa apa posisi tesled terbalik antara warna hitam dan merahnya. Jika pada primer ada tegangan, lanjutkan dengan melakukan pengukuran pada bagian sekunder. Jika tidak ada tegangan berarti kabel penghubung kontak dan trafo tidak bagus. Lakukan pengukuran tegangan pada bagian sekunder. Jangan lupa turunkan posisi ac volt ketegangan yang lebih mendekati tegangan yang tertulis pada bagian sekunder tapi usahakan di atasnya. jika ada tegangan berarti trafo dalam keadaan baik, sebaliknya jika tidak ada tegangan berarti trafo sudah rusak. Walaupun tegangan di output sudah ada, perlu juga untuk mengukur tegangan dengan body atau casisnya untuk memastikan tidak terjadi korsleting. Cara mengukur trafo tanpa tegangan listrik Pastikan kabel tesled dalam keadaan baik dan terhubung sempurna ke multimeter. Atur posisi switch pada pasisi ohm meter. Pengalinya bisa diatur pada posisi 1 k atau 100 x. Hubungkan tesled pada bagian primer trafo tidak apa apa terbalik. Jika jarum meter bergerak berarti masih bagus sementara. Jika tidak bergerak berarti lilitan sudah putus. Lakukan pengukuran pada bagian sekunder dengan cara yang sama. Jika bergerak berarti bagus dan jika diam berarti sudah putus. Lakukan pengukuran pada bagian primer dan sekunder secara bersamaan untuk memastikan tidak ada korsleting antara bagian primer dan sekunder. Jika jarum bergerak berarti trafo sudah rusak korslet jika diam berarti trafo dalam keadaan bagus. Dengan cara yang sama juga laukan pengukuran dari bagian primer/sekunder ke casis atau bodi. Jika bergerak berarti korslet jika diam berarti bagus Demikian cara melakukan pengukuran trafo dengan menggunakan multimeter semoga ada manfaatnya. Jika bermanfaat silahkan di share dan jika ada kekurangan dan kesalahan silahkan diberi masukan.
Amatihasilnya. Jika multitester menunjukan nilai tahanan antara 6 - 15 ohm, itu artinya busi motor masih dalam keadaan bagus. Jika di luar itu, maka busi sudah rusak dan harus diganti. Hanya saja perlu diperhatikan, jika nilai pengecekan tahanan sudah terlalu dekat dengan angka 15 ohm, itu artinya busi sudah harus segera diganti.
Transistor yang kita bahas disini khususnya transistor bipolar. Transistor bipolar mempunyai dua jenis yaitu jenis NPN dan PNP. Pada prinsipnya transistor bipolar merupakan gabungan dari dua buah diode dimana dua kutup sejenis disatukan menjadi satu yang disebut sebagai basis, sedangkan dua kutup yang sejenis lainnya yang tidak disatukan dinamakan emitor dan colektror. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini Konstruksi Dioda dan Transistor NPN dan PNP Simbol Transistor NPN dan PNP Jadi supaya penalarannya kita berfungsi terlebih daluhu kita pelajari cara mengetes diode karena pada prinsipnya mengetes transistor masih baik atau rusak sama caranya dengan mengetes diode. Sebuah diode mempunyai dua kutup yaitu anoda dan katoda, bahan anoda berjenis P dan katoda berjenis N. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di atas. Pada diode arus listrik hanya bisa mengalir dari anoda + ke katoda - yaitu dari bahan berjenis P ke bahan berjenis N. Jika kutup sumber dibalik maka tidak akan ada arus yang melewati diode tersebut. Nah disinilah prinsip untuk mengetes sebuah diode ataupun transistor masih baik atau rusak, jika aturan diatas tidak berlaku pada sebuah diode pada saat pengetesan, maka dapat disimpulkan diode tersebut rusak bisa di istilahkan jebol atau juga putus Cara Mengukur Dioda Dengan Multitester Jarum Untuk mengetahui sebuah dioda masih baik atau rusak, hal yang pertama harus dilakukan adalah menempatkan posisi multitester pada pengukuran tahanan/ ohmmeter pada posisi x1 atau x10. Posisi tersebut dapat mendeteksi tahanan yang sangat kecil, sehingga tepat untuk dipergunakan dalam pemeriksaan kerusakan dioda Langkah Pengetesan Dioda dengan Multitester Jika menggunakan multitester analog/jarum tukar posisi kabel multitester, merah di tempatkan di posisi negative sedang hitam di posisi positif. Ini disebabkan polaritas positif batere di dalam multitester terletak di terminal negatif, Menempatkan multitester pada posisi Ohmmeter di x1 atau x10 Tempatkan jarum atau probe hitam pada sisi kaki dioda yang memiliki strip perak atau katoda bahan type N sedangkan probe merah di anoda bahan type P. Pada pengukuran demikian, jarum tester harus bergerak. Tempatkan kembali dengan arah sebaliknya. Jika jarum juga bergerak, maka ini berarti dioda tersebut mengalami kerusakan atau rusak. Posisi pengukuran demikian seharusnya jarum tidak bergerak karena kita telah mengetahui bahwa dioda tidak melewatkan arus pada arah terbalik. Bentuk Fisik dari Dioda Pengukuran harus dalam keadaan aliran listrik yang telah diputus. Mengukur komponen dalam keadaan tersambung ke sumber listrik hanya dapat dilakukan oleh teknisi yang profesional. Mengukur dalam keadaan terhubung arus listrik memiliki cara yang berbeda. Namun bisa berbahaya dan berpotensi merusak rangkaian jika menyentuh komponen di sampingnya. Cara Mengetes Transistor masih baik atau Rusak Mengetes transistor yang masih baik atau rusak sebenarnya sangat mudah, karena pada dasarnya transistor merupakan salah satu komponen elektronika semikonduktor yang mempunyai tiga kaki terminal yaitu Basis B, Colector C dan Emitor E, dan mempuyai prinsip kerja sama seperti diode yaitu hanya bisa melewatkan arus listrik dalam satu arah yaitu dari bahan type P + ke bahan type N -. Pada transistor tidak dituliskan nama-nama kaki tersebut, untuk mengetahui posisi kaki-kaki transistor bias dibaca di artikel saya yang berjudul Cara Menentukan Nama Kaki-kaki Transistor. Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat simbol transistor, bedanya hanya pada arah panah masuk atau keluar saja. Jadi pada saat mengukur sebaiknya anda mengetahui jenis transistor yang diukur, apakah NPN atau PNP?. Tapi jika belum tahu berikut cara mengeceknya, Cara Membedakan Transistor NPN dan PNP Menentukan Transistor NPNArahkan selector multimeter pada Ohm meter, posisi probe masih tetap dibalik seperti pada langkah nomor satu pengetesan diode, kemudian tempelkan ujung pencolok merah multimeter ke kaki basis transistor, kemudian tempelkan pencolok hitam pada kaki emitor, maka jarum harus bergerak, jika tidak bergerak berarti bukan TR NPN. Kemudian kita balik pencolok hitam ditempelkan ke kaki basis transistor kemudian pencolok merah ke kaki emitor atau kolektor, maka jarum harus tidak bergerak. Menentukan Transistor PNP Sama seperti diatas selector multimeter diarahkan ke ohm meter, selanjutnya tempelkan pencolok hitam ke kaki basis, kemudian pencolok merah kekaki emitor atau colector, maka jarum harus bergerak. Selanjutnya tempelkan ujung pencolok merah kekaki basis transistor, dan pencolok hitam kekaki colector atau emitor, maka jarum harus tidak bergerak. Jika kita sudah mengetahui jenis transistor PNP atau NPN, selanjutnya kita coba cara mengetes transistor masih baik atau rusak, masih hidup atau sudah mati. caranya cukup mudah, minimal anda sudah mempunyai multimeter atau ohmmeter saja sudah cukup untuk mengeceknya. Cara mengecek Transistor PNP Kabel merah dan kabel hitam tetap ditukar posisinya merah di - dan hitam di + multitester, ini bertujuan untuk menyesuaikan polaritas batere pada multitester. Pada langkah ini sama seperti cara menentukan transistor PNP di atas, jika pergerakan jarum multitester tidak seharusnya berarti rusak. Jika kaki basis ditempel pencolok merah dan kaki emitor ditempel pencolok hitam maka wajib tidak bergerak, jika bergerak berarti transistor sudah mati atau russak. Begitu juga dengan kaki Colector. Kemudian tempelkan pencolok merah ke kaki colector dan pencolok hitam ke kaki emitor. maka jarum harus tidak bergerak, jika bergerak berarti transistor sudah pasti rusak. Selanjutnya kita balik yaitu pencolok hitam kita tempel ke kaki basis, sedang yang lainnya ke pencolok merah, maka jarum harus bergerak, jika tidak berarti sudah rusak atau mati. Cara Mengecek Transistor NPN Kabel merah dan kabel hitam tetap ditukar posisinya merah di - dan hitam di + multitester, ini bertujuan untuk menyesuaikan polaritas batere pada multitester. Pada langkah ini sama seperti cara menentukan transistor NPN di atas, jika pergerakan jarum multitester tidak seharusnya berarti rusak. Jika kaki basis ditempel pencolok hitam kemudian kaki colektor ditempel pencolok merah jarum multimeter harus diam, jika bergerak berarti rusak, Selanjutnya tempelkan kaki colector ke pencolok merah dan pencolok hitam ke kaki emitor, maka jarum juga tidak boleh bergerak, kalau bergerak rusak. Kemudian kita tempel pencolok merah ke kaki Basis dan pencolok hitam ke kaki colector, Maka jarum wajib bergerak, jika tidak tandanya transistor sudah putus. begitu juga dengan kaki emitor. Jadi kesimpulannya jika ingin mengetahui rusak tidaknya transistor yang penting kita tahu terlebih dahulu jenis NPN atau PNP, jika sudah mengetahui jenisnya, selanjutnya tinggal kita cek, kalau tidak sesuai dengan keadaan seharusnya seperti pada poin mengukur Transistor, berarti bisa dibilang rusak. Terdapat pengecualian untuk transistor pada horizontal TV, juga regulator tv yang berjenis mosfet, maka cara pengukurannya tentu akan berbeda, cara mengetes MOSFET Klik di sini . Saya menjual peralatan Mesin Penetas Telur dan lainnya, Anda yang berminat pada produk Thermostat Cemani dan Thermometer, juga Kit Inverter pengubah tegangan DC ke AC menjadi 220 Volt, Kit Charger Otomatis, dan barang kebutuhan lainnya. silahkan hubungi Toko Online saya klik disini Toko Pedia atau Oi Shop klik mau berbelanja secara langsung bisa SMS maaf tidak menerima telpon ke no. 0819 780 7118, transfer Harga Barang + Ongkos Kirim ke rekening BRI 5647 0101 7545 537 An. ASRI.
CaraMengukur Kerusakan Relay dengan Multimeter Atau Tester. Pada artikel ini kita akan menguji kondisi Relay apakah rusak atau masih dalam kondisi bagus WikiKomponen. Selamat Datang Di Pusat Informasi Terapan kontak berada pada posisi terbuka atau tidak tersambung. Sedangkan pada kutup NC berarti kutup ini selalu terhubung jika tidak ada
Berikut Langkah-langkah untuk memeriksa tegangan pada trafo yang tidak ada tulisan tegangan; A. Memeriksa kabel penghubung Salah satu penyebab umum ketidakstabilan tegangan pada trafo adalah kerusakan pada kabel penghubung. Kabel penghubung dapat rusak karena berbagai faktor seperti penuaan, korosi, atau kerusakan fisik. Oleh karena itu, memeriksa kabel penghubung adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam memeriksa trafo yang tidak ada tulisan tegangan. Untuk memeriksa kabel penghubung, periksa apakah kabel tersebut terlihat baik atau tidak. Jika kabel terlihat rusak, misalnya terdapat lapisan yang terkelupas atau terlihat korosi, segera ganti kabel tersebut. Selain itu, cek juga apakah kabel penghubung masih terhubung dengan baik atau tidak. Pastikan kabel penghubung tidak terlalu longgar atau terlalu kencang. B. Memeriksa pengatur tegangan Pengatur tegangan merupakan komponen penting dalam trafo yang berfungsi untuk menjaga tegangan pada trafo agar tetap stabil. Jika tegangan pada trafo tidak stabil, kemungkinan besar terdapat masalah pada pengatur tegangan. Untuk memeriksa pengatur tegangan, pertama-tama matikan arus listrik yang menuju trafo. Kemudian, buka kotak pengatur tegangan dan periksa apakah komponen-komponen di dalamnya terlihat baik atau tidak. Pastikan tidak ada bagian yang rusak atau terlihat aus. Jika terdapat bagian yang rusak, segera ganti bagian tersebut. Setelah itu, cek kembali apakah pengatur tegangan dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Jika kamu masih tidak yakin tentang cara memeriksa pengatur tegangan, sebaiknya minta bantuan dari ahli listrik agar dapat memeriksa dan mengganti komponen yang rusak dengan tepat. Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kamu dapat memastikan bahwa trafo bekerja dengan baik dan tegangan di dalamnya stabil. Jika terdapat masalah pada trafo yang tidak dapat diatasi dengan cara sederhana, segera hubungi ahli listrik agar dapat melakukan perbaikan yang tepat. C. Menggunakan multimeter Multimeter merupakan alat ukur listrik yang sering digunakan untuk memeriksa tegangan pada trafo. Multimeter dapat menunjukkan nilai tegangan pada trafo secara akurat. Oleh karena itu, multimeter merupakan alat yang sangat penting dalam memeriksa trafo yang tidak ada tulisan tegangan. Fungsi multimeter dalam memeriksa tegangan trafo Multimeter memiliki fungsi untuk mengukur nilai tegangan listrik pada trafo. Dengan mengukur tegangan pada trafo, kita dapat mengetahui apakah tegangan tersebut berada pada level yang normal atau tidak. Langkah-langkah penggunaan multimeter untuk memeriksa tegangan trafo Langkah-langkah penggunaan multimeter untuk memeriksa tegangan pada trafo adalah sebagai berikut Pastikan bahwa arus listrik yang menuju trafo sudah dimatikan sebelum memeriksa tegangan pada trafo. Hubungkan multimeter dengan trafo sesuai dengan petunjuk penggunaan yang ada pada multimeter. Pastikan bahwa multimeter terhubung dengan benar untuk menghindari risiko kecelakaan listrik. Hidupkan multimeter dan atur multimeter pada mode pengukuran tegangan AC. Tempatkan probe multimeter pada titik pengukuran tegangan pada trafo. Pastikan bahwa probe multimeter terhubung dengan baik pada titik tersebut. Baca nilai tegangan pada multimeter. Pastikan bahwa nilai tegangan yang terbaca normal dan berada dalam rentang yang diinginkan. D. Memeriksa lilitan trafo Lilitan trafo adalah komponen penting dalam trafo yang berfungsi untuk mengubah tegangan pada trafo. Lilitan trafo dapat mengalami kerusakan karena berbagai faktor, seperti penuaan atau kerusakan fisik. Oleh karena itu, memeriksa lilitan trafo adalah langkah penting dalam memeriksa trafo yang tidak ada tulisan tegangan. Fungsi dari lilitan trafo Lilitan trafo berfungsi untuk mengubah tegangan pada trafo. Jumlah lilitan pada trafo akan menentukan besarnya tegangan pada trafo. Oleh karena itu, memeriksa lilitan trafo sangat penting untuk memastikan bahwa trafo bekerja dengan baik. Cara memeriksa lilitan trafo Langkah-langkah untuk memeriksa lilitan trafo adalah sebagai berikut Pastikan bahwa arus listrik yang menuju trafo sudah dimatikan sebelum memeriksa lilitan trafo. Buka kotak trafo dan periksa lilitan trafo dengan cermat. Pastikan bahwa tidak ada lilitan yang terlihat rusak atau terbakar. Gunakan multimeter untuk memeriksa lilitan trafo. Atur multimeter pada mode pengukuran resistansi dan pastikan bahwa multimeter terhubung dengan benar pada lilitan trafo. Baca nilai resistansi pada multimeter. Pastikan bahwa nilai resistansi yang terbaca berada dalam rentang yang normal.
Teknikcara mengukur trafo bisa berbeda-beda. Namun pada intinya adalah menguji apakah trafo yang diukur masih dapat digunakan atau tidak. Ada beberapa parameter yang diukur untuk menentukan baik atau tidaknya sebuah trafo, antara lain koneksi hubungan pada kumparan primer dan sekunder, kebocoran antara kumparan dengan inti, dan lain sebagainya.caramengukurnya disini saya menggunakan multitester analog. -letakkan skala pada x1 di multitester. -letakan kedua probe di kaki 1 dan 2 maka jarum tester akan menunjuk dan sebaliknya tidak menunjuk. jika ragu gunakan skala x10k. intinya jika diletakan probe ke kaki 1 dan 2 sebelah menunjuk atau jalan jarum dan sebaliknya tidak, maka bagus Carasederhana mengetahui kondisi mesin masih bagus atau tidak, di antaranya bisa dilihat dari rembesan, getaran dan suara mesin.Tidakbisa menyimpan program. Trafo bagus AFT (9074) dan VIF(9073) juga bagus .cek Dz 712 5v dekat IC Memory MN12C201D FUJITEC FTC 1459 Gambar mengecil di kiri/kanan, warna B/W , tegangan B+ turun Ganti 517 = 33/160v FUJI ELECTRIC 29″ TA8659 Warna tak karuan, warna merah hilang ganti R729 di pin 2 (8k2) FUJI ELECTRIC 21″ TA7680
.