Perencana keuangan Finansialku, Laurensia Nathania, BBA, CFP® mengungkapkan saat menganalisis valuasi sebuah saham, investor harus memperhatikan 4 faktor di bawah ini. Kinerja dan prospek perusahaan. Tentunya kinerja dan prospek perusahaan penting untuk investor teliti sebelum membeli sahamnya. Apa ada investor yang ingin memberi modal pada
Berdasarkan kinerjanya, saham terbagi dalam tujuh jenis, yaitu: 1. Blue Chip Stocks. Saham blue chip atau blue chip stocks merupakan perusahaan besar yang sudah dipercaya di kalangan pebisnis lain. Saham ini cenderung memiliki harga lebih tinggi per lembarnya dan nilainya lebih stabil. Baca Juga: Pasar Modal Syariah: Pengertian, Manfaat, JenisCara menghitung harga wajar saham untuk pemula bisa menggunakan berbagai metode perumusannya. Dalam menghitung nilai wajar (fair value), kamu harus mengetahui terlebih dahulu faktor penentu nilainya. Mengutip dari laman Bursa Efek Indonesia, saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer.
Sedangkan menurut PSAK No. 71, pada setiap awal tahun entitas (baik bank maupun bukan bank) membuat estimasi selama setahun berdasarkan data tahun lalu atas turunnya nilai pasar dari aset keuangannya (khususnya saham, obligasi, derivatif, penyertaan, dan aset keuangan lainnya), ke dalam ‘Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dan Pendapatan (Kerugian) Komprehensive Lainnya’.
1. Nilai pari pada saham. Nilai pari saham merupakan nilai per saham yang ditentukan oleh pendiri perusahaan dan dicantumkan dalam akta perusahaan. Nilai pari saham (par value stock) akan diumumkan saat perusahaan akan menggelar penjualan saham kepada publik. Perusahaan dapat menerbitkan saham di atas atau di bawah nilai pari, yang disebut
.